Anemia Pada Masa Kehamilan

Anemia pada masa kehamilan. Anemia pada ibu hamil adalah salah satu masalah yang harus diwaspadai, karena dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin. Anemia atau kurang darah adalah masalah kesehatan yang masih tergolong tinggi pada masa kehamilan. Di indonesia adalah 70% dari ibu hamil mengalami Anemia. Ini berarti 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia. Anemia pada masa kehamilan merupakan masalah yang harus segera ditangani. Jika tidak dikhawatirkan pengaruh buruk terjadi pada janin.

Loading...

Pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit, ini karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Masalah anemia pada masa kehamilan terjadi Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam wanita hamil menjadi meningkat sampai 35%.

Bagaimana gejala dan cara mengatasinya?

Anemia pada ibu hamil, jika tidak ditangani dengan segera dan benar dapat meningkatkan risiko komplikasi yang berbahaya, seperti persalinan prematur,  dan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan di bawah rata-rata. Pada ibu hamil dapat memicu depresi pasca melahirkan .

Mengenali Gejala Anemia Pada Masa Kehamilan

Pada saat hamil, wanita memerlukan lebih banyak sel darah untuk mendukung perkembangan si janin. Ketika mengalami anemia, kebutuhan tersebut tidak terpenuhi sehingga oksigen yang disalurkan pada jaringan tubuhnya dan janin menjadi berkurang dan terbatas.

Loading...

Hal yang perlu dicermati adalah Gejala anemia juga tampak mirip dengan gejala kehamilan yang umumnya terjadi. Apabila mengalami anemia ringan, kemungkinan tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun bila keadaan anemia meningkat, maka kemungkinan ibu hamil akan merasakannya.

Berikut adalah gejala yang dirasakan ibu hamil saat mengalami anemia meningkat:

  • Denyut jantung tidak teratur.
  • Sesak Napas.
  • Cepat merasa lelah dan lemah, serta muka tampak pucat.

Sebagian penderita anemia mengalami kecenderungan tertentu, seperti keinginan memakan makanan-makanan yang tidak biasa dikonsumsi, seperti tepung jagung atau bahkan tanah liat, serta lainnya.

Selain itu, gejala anemia yang dapat dirasakan ibu hamil, antara lain sakit kepala, rambut rontok dan telinga berdenging, gatal-gatal pada indera perasa dan sariawan pada pinggir mulut. Untuk memastikan masalah anemia pada ibu hamil, maka diperlukan tes darah. Pemeriksaan darah umumnya dilakukan pada pemeriksaan kehamilan yang pertama, kemudian dilakukan yang kedua kalinya selama kehamilan.

Penyebab Anemia Pada Masa Kehamilan

Pada banyak wanita hamil, anemia disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat gizi dan kebutuhan yang meningkat pada gizi tersebut. Selain itu penyebab anemia pada masa kehamilan dikarenakan oleh jarak kehamilan yang singkat atau terlalu dekat waktunya. Sehingga cadangan zat besi yang belum pulih, akhirnya terkuras untuk keperluan janin yang dikandung berikutnya.

anemia pada masa kehamilan

Jadi, kebutuhan zat besi pada tiap wanita berbeda-beda, sesuai siklus hidupnya. Pada wanita dewasa tidak dalam keadaan hamil, kebutuhan zat besi sekitar 26 mg per hari, sedangkan pada wanita hamil perlu tambahan zat besi sekitar 20 mg per hari.

Saat menyusui, meskipun biasanya wanita tidak mengalami haid, ibu menyusui tetap kehilangan zat besi dan kalsium melalui ASI. Oleh karena itu ibu menyusui membutuhkan tambahan 2 mg per hari dari kebutuhan wanita dewasa yaitu 28 mg per hari dan kalsium sebanyak 400 mg per hari.

Baca juga: Bahaya Migrain Saat Hamil Dan Cara Mengobatinya

Cara Mengatasi Anemia Pada Masa Kehamilan

Anemia pada ibu hamil bisa diobati dengan mengosumsi suplemen yang mengandung zat besi. salah satu yang sering dianjurkan adalah ferrous sulphate, dan dikonsumsi dua sampai tiga kali sehari.

Sebagian ibu hamil mengalami efeksamping dari meminum suplemen zat besi tersebut, seperti diare, sakit perut atau kontipasi nyeri ulu hati, mual dan tinja yang berwarna gelap. Konsultasikan pada dokter, jika efek di atas terjadi.

Ibu hamil membutuhkan 27 miligram zat besi setiap harinya. Selain dengan mengkonsumsi suplemen zat besi, Anemia pada ibu hamil bisa diatasi dengan pola makan yang benar dan tepat. Yaitu, menambah asupan makanan yang mengandung zat besi. Hal ini merupakan salah satu cara mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil.

Contoh makanan yang mengandung tinggi zat besi antara lain, ikan, daging merah, ayam, sayur yang berwarna hijau gelap, biji-bijian, kacang-kacangan dan sereal. Selain itu, makanan yang mudah ditemukan yang mengandung banyak zat besi adalah telur dan tahu.

Agar tubuh dapat maksimal menyerap asupan zat besi, diperlukan pula asupan yang mengandung vitamin C yang bisa didapat dari buah-buahan, antara lain stroberi, jeruk, kiwi, dan tomat. Dalam mengkonsumsinya, Anda bisa mengombinasikan antara dua jenis buah-buahan tersebut supaya asupan vitamin C nya optimal.

Cara  Mengatasi Anemia Pada Masa Kehamilan

Penanggulangan kurang darah untuk ibu hamil, yaitu dengan memberikan suplemen pil zat besi. Ibu hamil sangat disarankan untuk minum pil zat besi ini selama 3 bulan, yang harus diminum setiap hari.

Penelitian menunjukkan, wanita hamil yang tidak minum pil zat besi mengalami penurunan cadangan zat besi cukup tajam sejak minggu ke-12 usia kehamilan dan hal ini juga menjadi penyebab anemia pada masa kehamilan.

Sayangnya cara ini mempunyai efek seperti mual, diare dan lainnya. Maka sebagai alternatif mengatasi anemia pada masa kehamilan, adalah mengkonsumsi makanan yang kaya kandungan zat besinya, misalnya sayuran hijau, susu, dan roti.

Suplemen tablet zat besi memang diperlukan untuk kondisi tertentu, yaitu anemia pada masa kehamilan yang tarafnya sudah berat. Untuk kondisi anemia ringan sebaiknya tidak menggunakan suplemen zat besi. Lebih bagus dan tepatnya dengan mengupayakan perbaikan menu makanan yang bergizi dan kaya zat besi.

Makanan yang bagus untuk mencukupi kebutuhan zat besi, seperti telur, susu, hati, ikan, daging dan kacang-kacangan (tempe, tahu, oncom, kedelai, kacang hijau). Sayuran yang berwarna hijau seperti, kangkung, bayam, dan daun katuk. Untuk buah-buahan seperti jeruk, jambu biji dan pisang. Dengan mengkonsumsi jenis makanan dan buah-buahan diatas maka akan terhindar dari masalah anemia pada masa kehamilan.

Perhatikan pula gizi makanan dalam sarapan dan frekuensi makan yang teratur. Biasakan pula menambah makanan yang membantu penyerapan zat besi seperti jeruk, daging ayam, dan ikan. Dan menjauhkan minuman yang menghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi.

Namun yang paling bijaksana adalah konsultasilah dengan dokter kandungan, jika mengalami anemia pada masa kehamilan. Karena hal itu lebih baik buat Anda daripada tidak tahu sama sekali, yang ada pada akhirnya akan membuat masalah yang lebih besar.

Resiko Anemia Pada Masa Kehamilan

Masalah Anemia pada ibu hamil bukan tanpa resiko. Menurut penelitian, tingginya angka kematian ibu hamil berkaitan erat dengan anemia. Anemia juga menyebabkan kurangnya kemampuan jasmani, karena sel-sel tubuh kurang mendapatkan pasokan oksigen.

Jangan Anggap remeh masalah anemia pada ibu hamil, karena akan dapat mengganggu perkembangan janin dan kondisi ibu hamil secara keseluruhan. Konsultasikan kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan zat besi dalam darah.

Hasil percobaan pada hewan yang bunting dan kekurangan zat besi, melahirkan anak-anaknya dengan daya tahan rendah terhadap infeksi. Penyebabnya, sel fagosit yang bertugas menangkal bakteri infeksi tak berfungsi dengan maksimal.

Demikianlah pembahasan saya tentang anemia pada masa kehamilan, semoga bermanfaat bagi pembaca semua dan salam sehat!!

Baca juga: Cara Mengatasi Susah Tidur Pada Wanita Hamil

Loading...

2 thoughts on “Anemia Pada Masa Kehamilan”

Leave a comment