Cara Merancang Kehamilan untuk Mencegah Efek Bahayanya

Merencanakan kehadiran buah hati dalam sebuah keluarga merupakan faktor penting, yang tidak boleh diabaikan khususnya bagi pasangan baru menikah. Menurut Wongso Hakim, dokter kebidanan rumah bersalin Asih, jakarta, cara merancang kehamilan anak pertama atau proses melahirkan merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi kebahagiaan keluarga. Tidak saja dari segi kesehatan, tapi juga dari segi kejiwaan dan finansial.

Loading...

Ia menyebutkan soal cara merancang kehamilan atau hadirnya anak di sebuah keluarga satu faktor penting yang tidak boleh disepelekan, khususnya sebagai proses mendidik anak.

Ia juga mengutip dalam Alqur’an yang supaya menunda merancang kehamilan, dengan cara menyusui penuh selama 2 tahun, dengan demikian akan bermanfaat untuk tahapan perkembangan psikologi kakak beradik.

Pentingnya Merencanakan Kehamilan

Usia sebelum 2 tahun, umumnya egosentris seorang anak masih begitu besar. Mereka belum siap menerima kehadiran adik yang mengharuskan mereka berbagi kasih sayang ibu.

Dalam usia 2 tahun, barulah pengertiannya mulai tumbuh dan mereka mulai bisa menerima kenyataan, jika harus berbagi dengan adik barunya. Maka diperlukan untuk merancang kehamilan untuk kepentingan tumbuh kembang si anak.

Loading...

Merancang kehamilan

Itu sebabnya anak sudah harus menerima kehadiran adik sebelum usia 2 tahun. Proses penerimaan ini menjadi sulit dilakukan. Akibatnya, akan lebih sulit menumbuhkan rasa kebersamaan. Setidaknya jika mereka tidak sering bertengkar atau berebut mainan, itu sudah cukup baik.

Tips Merencanakan Kehamilan

Beberapa tips merancang kehamilan adalah sebagai berikut:

Baca juga: Cara Mengatasi Ketidaksuburan Wanita Agar Cepat Hamil

  • Perlu memahami perkawinan dan pembentukan keluarga membawa tanggungjawab sepanjang hayat, karena itu, ada kesadaran mengenai perencanaan kehamilan untuk memiliki keluarga yang utuh dan lengkap ayah, ibu dan anak.
  • Perlu kesepakatan antara suami istri bahwa soal merancang kehamilan dan kelahiran anak sangat berperan dalam kebahagiaan keluarga.
  • Bapak dan ibu yang bertanggung jawab. ini berarti keupayaan untuk membesarkan anak-anak dan memenuhi tanggungjawab sosial keluarga. lebih penting dari urusan tentang suami istri. Oleh karena itu, pasangan suami istri membicarakan untuk merancang kehamilan tentang jumlah, waktu dan jarak kelahiran berdasarkan kemampuan mereka.
  • Apabila jarak kelahiran diantara anak-anaknya tidak direncanakan dengan baik, waktu yang diperuntukkan menyusui dan penjagaan setiap anak terabaikan. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Merancang kehamilan jarak yang sesuai dan bagus mengurangi resiko ibu dan bayi. Karena melahirkan anak pada usia yang terlalu muda, usia terlalu tua, terlalu rapat atau terlalu kerap, merupakan penyebab kematian ibu dan anak.
  • Kehamilan atau kelahiran yang tidak direncanakan dengan baik akan berakibat pada kematian dan berbagai serangan penyakit, misalnya pada waktu hamil, ibu akan terserang diabetes, terkena darah tinggi dan penyakit jantung. Apalagi bagi ibu yang telah lanjut usia beresiko tinggi. Biasanya akan memiliki janin dengan bilangan kromosom yang kurang normal.

Merancang Kehamilan Yang Tepat

Dalam konteks mendapatkan kehamilan, rancang merancang kehamilan tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Meskipun kita sudah merencanakannya dengan baik, tapi ada kalanya kita akan begitu gampang punya anak dan adakalanya kita akan sulit untuk mempunyainya.

Karena untuk mencapai kehamilan memang susah-susah gampang atau gampang-gampang susah. gampang berbuatnya namun susah jadinya, atau dapat juga susah buatnya, tapi kok jadi he he tapi yang jelas, semua itu ada kiatnya dan sudah tentu ada hitungannya tersendiri. Yang terpenting adalah tepat waktu, tepat laku, tepat posisi dan tepat sehat.

Yang dimaksud dengan semua ini adalah dilakukan pada waktu yang tepat, kemudian melakukannya dengan tepat pada posisi yang tepat dan harus sehat. Yang dimaksud dengan tepat waktu adalah adalah untuk mencapai kehamilan diperlukan waktu yang tepat, yaitu waktu indung telur mengeluarkan telur setiap bulannya. Ini yang harus diketahui dari sisi wanita.

Sedang pada pria adalah saat airmani sedang dalam jumlah yang optimal. Waktu itu kira kira 3 hari setelah setelah pengeluaran yang terakhir. Dengan melakukan senggama pada saat itulah dimungkinkan  pertemuan sel telur dengan airmani sangat besar kemungkinannya.

Tepat laku  adalah melakukan jimak harus dengan cara yang baik dan tidak sampai melukai pasangan kita. Sehingga terhindar dari akibat luka yang akan menimbulkan infeksi yang pada akhirnya akan mengurangi kesempatan akan terjadinya kehamilan. Dan akhirilah pencapaian kedalaman yang maksimal sehingga airmani akan berada tepat di mulut rahim. semen yang sehat akan segera bergerak memasuki rahim lewat mulut rahim.

Tepat posisi artinya adalah ini khusus wanita.  Pada akhir bersenggama, wanita harus pada posisi terlentang, dengan maksud agar airmani tetap terapung dan tidak mengalir keluar .

Dianjurkan untuk menaruh bantal dibelakang bokong sehingga posisi mulut rahim  lebih condong atau mengarah ke atas. Tunggulah dalam posisi tersebut minimal setengah jam sampai satu jam, agar memberikan kesempatan untuk airmani bergerak masuk ke dalam rahim.

Loading...

Leave a Comment