Penyakit Kardiovaskular: Faktor Penyebab dan Cara Mencegahnya

Penyakit kardiovaskular: faktor penyebab dan pencegahannya. Penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah ini merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Fakta dari WHO menyebutkan bahwa terjadi satu kematian akibat gangguan kardiovaskular setiap dua detik, serangan jantung setiap lima detik dan akibat stroke setiap enam detik. Setiap tahunnya diperkirakan 17 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

Loading...

Penyakit kardiovaskular merupakan suatu istilah untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular). Ada tiga bentuk masalah kardiovaskular, yakni: penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular dan penyakit vaskular perifer. Nah, untuk lebih jelasnya tentang macam-macam penyakit kardiovaskular tersebut, simak pembahasan selanjutnya.

Jenis Penyakit Kardiovaskular dan Penyebabnya

penyakit kardiovaskular

Ada 3 jenis penyakit kardiovaskular, yaitu:

1. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner adalah penyakit pembuluh darah yang menyuplai jantung. Implikasinya meliputi infark miokard (serangan jantung), angina (nyeri dada), dan aritmia (irama jantung abnormal).

Loading...

2. Penyakit serebrovaskular

Penyakit serebrovaskular adalah penyakit pembuluh darah yang mensuplai otak. Implikasinya meliputi Stroke (kerusakan sel otak karena kurangnya suplai darah) dan transient ischaemic attack atau kerusakan sementara penglihatan, kemampuan berbicara, rasa atau gerakan).

3. Penyakit vaskular perifer

Penyakit vaskular perifer adalah penyakit pembuluh darah yang mensuplai tangan dan kaki, yang berakibat rasa sakit yang sebentar datang dan pergi, serta rasa sakit karena kram otot kaki saat olahraga.

Apa Penyebab Penyakit Kardiovaskular tersebut?.

Gangguan kardiovaskular yang disebabkan oleh ateros dikaitkan dengan berkurangnya aliran darah karena jantung dan otak tidak menerima suplai darah yang cukup Hambatan aliran darah selanjutnya dapat berakibat pada tahap kardiovaskular yang lebih parah termasuk serangan jantung dan penyakit stroke.

Adanya sumbatan darah juga dapat menyebabkan timbulnya robekan jaringan di arteri yang kenudian akan membengkak dan dapat menghambat seluruh pembuluh darah hingga mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Serangan jantung dan stroke terutama yang disebabkan penumpukan lemak pada dinding arteri, pembuluh darah yang mensuplai jantung dan otak. Deposit lemak yang bertumpuk menyebabkan terbentuknya lesi yang lama-kelamaan akan membesar dan menebal, sehingga mempersempit arteri dan menghambat . Akhirnya pembuluh darah akan mengeras dan bersifat kurang lentur.

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular?

Faktor resiko ini terbagi menjadi dua kelompok, yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. 80 persen penyakit jantung koroner dan serebrovaskular disebabkan oleh faktor yang dapat dikendalikan.

Faktor resiko yang dapat dikendalikan meliputi kadar kolesterol darah yang tinggi atau hiperkolesterolemia, hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, gaya hidup (kurang gerak, merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan).

Sementara faktor yang tidak mampu dikendalikan meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat  kardiovaskular dalam keluarga. Faktanya sekitar 75 persen penyakit kardiovaskuler di seluruh dunia disebabkan oleh faktor resiko konvensional termasuk obesitas, kurang aktivitas fisik, merokok. Sementara pada negara maju, sepertiga penyebab masalah kardiovaskular di picu oleh lima faktor resiko, yaitu tembakau, alkohol, tekanan darah tinggi, kolesterol dan obesitas atau kegemukan.

Cara Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Penyakit jantung dan stroke, keduanya termasuk penyakit kardiovaskuler. Penyakit tersebut pada umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok dan kurang berolahraga. Selain itu, bisa disebabkan oleh stres, dan pola makan yang berlebihan. Lalu bagaimana cara mencegah penyakit kardiovaskular tersebut, berikut ini tips pencegahannya, yaitu:

1. Aktif bergerak

Salah satu cara mencegah penyakit kardiovaskular yaitu  membiasakan diri untuk melakukan aktivitas gerak seperti membiasakan jalan kaki atau jogging setiap hari. Ternyata malas gerak merupakan penyebab penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Nah, untuk mencegah risiko terkena penyakit tersebut, yaitu dengan lebih aktif bergerak.

2. Hindari merokok

Berhenti merokok adalah cara mencegah penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Asap rokok tidak baik untuk paru-paru, sirkulasi darah dan kesehatan jantung. Jadi, jika Anda termasuk perokok aktif maka berhentilah merokok mulai sekarang, agar kesehatan menjadi lebih baik dan demi terhindar dari penyakit kardiovaskuler.

3. Mengetahui gejalanya

Cara mencegah penyakit kardiovaskular selanjutnya yaitu dengan mengetahui gejalannya. Dengan kita tahu gejala penyakit kardiovaskular maka bisa ditangani sedini mungkin. Pemahaman terhadap penyakit jantung misalnya, penyakit jantung bisa dirasakan gejala-gejalanya seperti merasakan nyeri pada daerah punggung, dada, lengan kiri dan pundak. Selain itu nyeri juga dirasakan pada daerah leher hingga rahang.

4. Berjemur dibawah sinar matahari

Berjemur dibawah paparan sinar matahari pagi merupakan cara mencegah penyakit kardio vaskular. Sinar matahari dibawah jam 10 pagi mengandung vitamin d yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. jadi, pastikan mencukupi kebutuhan vitamin D setiap hari, salah satunya dengan berjemur. Alternatif lainnya untuk mendapatkan kecukupan vitamin D yaitu bisa dengan mengkonsumsi buah yang mengandung vitamin D tinggi setiap hari. Selain buah, ada beberapa jenis makanan vitamin d. Untuk lebih jelasnya baca dibawah ini

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi dan Terbaik

5. Yoga

Cara mencegah penyakit kardiovaskular yang baik berikutnya yaitu dengan melakukan senam yoga. Jenis latihan pernapasan ini mampu menghindarkan kita dari risiko terkena penyakit mematikan tersebut. Selain itu, manfaat yoga untuk kesehatan sangat banyak, diantaranya menurunkan tingkat stres, dan mampu melancarkan sirkulasi darah dan pernapasan menjadi kuat.

6. Lakukan pemeriksaan rutin

Memeriksa kesehatan ke dokter merupakan cara mencegah penyakit kardiovaskular. Penyakit tersebut bisa menyerang tiba-tiba tanpa melihatkan gejala apa pun. Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin atau check up kesehatan pada ahlinya agar mengetahui gejala tersembunyi adanya penyakit tersebut.

Wanita hamil sangat penting melakukan check up sebagai cara mencegah penyakit kardiovaskular. Menurut penelitian bahwa wanita hamil yang pernah atau sedang menderita  pembengkakan anggota badan (pre-eclampsia) akan lebih berisiko dua kali lipat terkena penyakit kardiovaskular tersebut. Maka pada masa kehamilan sebaiknya melakukan perawatan dan pemeriksaan ekstra dalam menjaga kesehatannya.

Demikianlah pembahasan tentang penyakit kardiovaskular, penyebab dan cara mencegahnya. Semoga informasi tadi bisa bermanfaat bagi pembaca semua, salam sehat!!

Loading...

Leave a Comment