Bahaya Stres Pada Ibu Hamil Dan Pengaruhnya Pada Janin

Bahaya stres pada ibu hamil dan pengaruhnya pada Janin serta cara mengatasinya. Wanita yang sedang mengalami kehamilan, dituntut tidak hanya siap secara fisik, Namun juga harus siap secara mental. Hal inilah yang kurang diperhatikan oleh ibu hamil, yang umumnya lebih siap dalam menghadapi perubahan fisik, tetapi tidak siap secara mental, dan inilah nantinya menjadi penyebab stres pada ibu hamil.

Loading...

Perubahan secara fisik pada wanita hamil memang mudah ditebak dan umum terjadi pada setiap ibu yang sedang mengalami kehamilan, seperti perubahan bentuk tubuh dengan badan yang semakin membesar, munculnya jerawat di wajah, atau kulit muka yang mengelupas. Namun perubahan secara mental pada ibu hamil sangat sulit ditebak, dan selalu tidak sama terjadinya pada setiap ibu hamil atau pun pada setiap kehamilan.

Bahaya Stres Pada Ibu Hamil dan Janin

Berdasarkan penelitian, ibu hamil yang mengalami stres akan mengakibatkan risiko melahirkan bayi prematur dan bayi yang lebih kecil. Bahkan bahaya stres pada ibu hamil dapat mengakibatkan janin keguguran.

Lebih lanjut, ada kasus anak hiperaktif yang dibawa dari orangtuanya. Dan kemudian setelah ditelusuri riwayat kehamilannya, maka diketahui bahwa ibunya pernah mengalami stres pada kehamilannya. Namun demikian, belum dapat dipastikan, apakah ibu yang mengalami stres pada saat hamil pasti akan melahirkan anak yang hiperaktif.

Terjadinya stres pada ibu hamil, bisa ditandai dengan peningkatan detak jantung dan peningkatan hormon pemicu stres. Perlu diketahui bahwa setiap detak jantung ibu, tentu dapat dirasakan oleh janin. Oleh karena itu, bila ibu sering mengalami stres pada saat hamil, maka detak jantung akan mengalami peningkatan.

Loading...

Detak jantung yang semakin keras dapat mempengaruhi pada gerakan janin. Akibatnya, janin pun lebih aktif bergerak-gerak di dalam rahim. Selain detak jantung yang meningkat, hormon pemicu stres pun ikut meningkat. Peningkatan itu dapat mempengaruhi kondisi si ibu. seperti, ibu kurang tidur, nafsu makan terganggu, cemas dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, ibu hamil yang kurang waktu tidurnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena waktu untuk istirahat pun berkurang. Dan apabila stres pada ibu hamil mempengaruhi nafsu makan ibu menjadi berkurang, akibatnya akan berbahaya. Pasokan makanan bergizi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin tentu berkurang juga. karena pasokan makanan bergizi berkurang, maka dikhawatirkan pertumbuhan janin menjadi terganggu.

Penyebab Stres Pada ibu hamil dan Cara Mengatasinya

Dengan hadirnya janin di dalam rahim, maka hal itu akan mempengaruhi emosi si ibu. Apalagi pengaruh emosi ibu tidak didukung oleh lingkungan keluarga yang harmonis atau pun lingkungan tempat tinggal yang mendukung, maka hal ini akan mengakibatkan stres pada ibu hamil. stres pada ibu hamil pasti akan memberikan akibat pada janin yang dikandungnya, karena posisi janin yang berada di dalam kandungan dapat merespon apa saja yang sedang dialami oleh ibu.

stres pada ibu hamil
Bahaya Stres Pada Ibu Hamil Dan Pengaruhnya Pada Janin

Baca juga: Cara Mengatasi Stres Saat Hamil Saat Hamil Muda Dan Tua

Ada 3 Tahapan stres pada ibu hamil

Secara psikologi, stres pada ibu hamil dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

Tahap Pertama adalah pada triwulan pertama, yaitu pada saat usia kehamilan satu hingga tiga bulan. Dalam masa tersebut, biasanya ibu belum terbiasa dengan keadaannya, dimana adanya perubahan hormon yang mempengaruhi kejiwaan ibu, sehingga ibu sering merasa kesal atau sedih. Selain itu, ibu hamil ada yang mengalami mual-mual yang mengakibatkan stres dan gelisah.

Tahap Kedua, saat triwulan kedua, yaitu saat usia kehamilan empat hingga enam bulan. Dalam kurun waktu tersebut, biasanya ibu sudah mulai merasa tenang, karena telah terbiasa dengan keadaannya. Di tahap ini, ibu hamil sudah dapat melakukan aktivitas, termasuk aktivitas berjimak

Tahap Ketiga,, yakni trimester ketiga, stres pada ibu hamil akan meningkat kembali. Hal ini terjadi karena diakibatkan kondisi kehamilan semakin membesar. Kondisi seperti ini, sering memunculkan masalah seperti posisi tidur yang kurang nyaman dan mudah mengalami lelah. Dan semakin dekat waktu persalinan akan membuat stres pada ibu hamil semakin tinggi. Perasaan cemas muncul, karena ibu memikirkan proses melahirkan serta kondisi bayi yang akan dilahirkannya.

Peran Suami Dalam Mengatasi Stres Pada Ibu Hamil

Untuk menghindari stres yang berkelanjutan selama masa kehamilan, sudah sepatutnya suami memberikan semangat dan perhatian kepada istri. Dengan begitu, istri bisa menjadi kuat secara mental untuk menghadapi segala hal di masa kehamilannya.

Beberapa Tugas suami yang paling penting saat stres pada ibu hamil, adalah:

 1. Membina hubungan baik dengan pasangan.

Dengan membina hubungan baik dengan pasangan, maka istri dapat berbagi informasi tentang keadaan kehamilannya setiap saat, dan setiap ada masalah yang dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya selama masa kehamilan.

 2. Menciptakan suasana yang mendukung bagi istri.

Saat hamil merupakan saat sensitif bagi seorang wanita. Jadi, sebisa mungkin suami mampu menciptakan suasana yang mendukung perasaan istri, misalnya mengajak jalan-jalan ringan sambil mengobrol, bicara halus dan positif, dan lain sebagainya. Ini akan membuat istri merasa nyaman dan semakin mempererat keharmonisan

3. Menemani istri periksa.

Menemani istri ke dokter untuk memeriksakan kehamilan juga tak kalah penting. Suami juga akan mendapatkan informasi, sehingga akan lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan istrinya. Ada baiknya suami juga membaca literatur tentang kehamilan dan bukan bersikap masa bodoh.

Dengan melakukan hal tersebut di atas, suami akan belajar banyak tentang kehamilan istrinya. Istri juga akan merasa lebih aman dan nyaman diperiksa bila ditemani sang suami.

Demikianlah bahasan saya tentang stres pada ibu hamil dan akibatnya, serta cara menanganinya. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian dan salam sehat!!

Baca juga: Cara Mudah Menghilangkan Stres Anda

Loading...

Leave a comment