Seberapa Bahaya Covid-19?

Seberapa Bahaya Covid-19?

Seberapa Bahayanya COVID-19 Ini?

Warassehat.com COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat. Sekitar 80% kasus dengan gejala ringan (pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam) dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Namun, sekitar 1 dari setiap 5 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, paru-paru, atau kanker), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Varian Terbaru Covid – 19

Virus Covid-19 varian Omicron adalah varian terbaru dari virus Covid-19. Varian Omicron telah ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia. Omicron telah terbukti jauh lebih menular daripada varian lainnya, disertai peningkatan kemampuannya menghindari vaksin dan menyebabkan infeksi ulang terhadap situs slot gacor gampang menang. Sudah ada bukti mereka yang telah disuntik dosis ganda atau telah menerima booster lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit atau meninggal jika terkena varian ini.

Walau masih diperlukan lebih banyak studi untuk sepenuhnya memahami varian Omicron, penelitian sampai saat ini menunjukkan bahwa varian terbaru itu mungkin tidak hanya lebih ringan dari yang sebelumnya, tetapi juga memiliki masa inkubasi yang lebih pendek. Dokter paru yang menangani kasus-kasus varian Omicron membeberkan gejala yang dialami para pasien. Umumnya tergolong ringan, bahkan mirip seperti flu biasa dan juga masuk angin. Gejala yang dialami pasien Omicron umumnya tidak jauh berbeda dengan keluhan flu pada umumnya. Termasuk di antaranya batuk-pilek, yang paling banyak dialami pasien bergejala ringan. Demam relatif jarang dikeluhkan pasien Omicron.

CIri Orang Terkena Covid – 19

Dari sejumlah pasien diperkirakan hanya 18-20 persen yang suhu tubuhnya mengindikasikan demam. Namun yang paling khas membedakan dengan flu biasa adalah nyeri atau sakit pada tenggorokan. Pasien Covid-19, 60 persennya mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Pasien Omicron juga relatif jarang mengalami gangguan napas serius hingga membutuhkan suplementasi oksigen. Pasalnya, virus Omicron lebih banyak berkembang biak di saluran napas atas dan jarang masuk hingga ke paru-paru.

Semakin berkembanganya varian virus Covid-19 harus diimbangi dengan kedisiplinan kita dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga vaksinasi. Karena berdasarkan penelitian, orang dengan vaksinasi lengkap plus booster dapat mengurangi resiko ditularkan virus Covid-19. Vaksinasi bukan berarti kita kebal dengan virus Covid-19 namun dapat mengurangi resiko penularan serta apabila tertular maka gejala yang diderita pun tergolong ringan bahkan tidak bergejala.

Selain penyakit tersebut masih banyak penyakit yang termasuk Penyakit Kronis lainnya dan juga ada yang wajib perlu kalian ketahui mengenai Penyakit Cacar Monyet agar tidak terkena¬†penyakit kronis , selain itu juga kami memberikan Cara Mengobatinya juga, dan dengan hadirnya kami, visi kami juga tentu saja akan menyehatkan Indonesia agar tidak mudah kena penyakit, apabila jika memang sudah terkena kami ada solusinya untuk kalian semua. Ingatlah selalu pepatah “Bersih Pangkal Sehat”. Salam Waras Salam Sehat. Salam WARASSEHAT.